Jakarta – STIAMINEWS – “Melayani Presiden berarti melayani bangsa dan negara,” ucap Masrokhan selaku Asisten Deputi Hubungan Masyarakat saat membuka acara penerimaan kunjungan delegasi mahasiswa Program Vokasi Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prodi D-3 Administrasi Bisnis di Gedung Kemensetneg, Kamis (6/4). Penjelasan itu disampaikannya untuk menegaskan tentang tugas utama Kementerian Sekretariat Negara. Pada kunjungan delegasi mahasiswa kali ini, Masrokhan berharap selain untuk berbagi pengetahuan tentang tugas dan fungsi Kemensetneg, juga dapat saling bersinergi sehingga memberikan manfaat bagi bersama.

50 delegasi mahasiswa STIAMI ini didampingi oleh Ardiansyah, SE, MA selaku Direktur Program Vokasi Institut STIAMI. “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta,”  pantun pembuka yang disampaikan hangat oleh Ardiansyah atas kecintaannya terhadap Sekretariat Negara dari jaman dahulu. Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa cukup banyak lulusan Institut STIAMI di tempatkan pada dunia kerja salah satunya di kantor Pajak. “Kami siap bersaing secara keilmuan apabila Kemensetneg membuka penerimaan pegawai nantinya,” ujar Ardiansyah dengan semangat.

Sebagai lembaga pemerintah, kehumasan di Kemensetneg tentunya tidak lepas dari kehumasan pada pemerintahan pada umumnya yang juga diatur dalam peraturan perundang-undangan. Terdapat tiga kekhususan mengenai kehumasan Kemensetneg yakni terletak pada manajemen (pengelolaan), relasi (kaitan hubungan ke luar), dan informasi yang dikelola sehingga dapat berguna bagi publik. Hal itu disampaikan singkat oleh Zaelani, Kepala Subbidang Komunikasi Publik sebagai moderator.

Masrokhan sebagai narasumber memaparkan materi tentang sejarah singkat berdirinya Kemensetneg dan juga tugas, fungsi, serta tanggung jawab Kemensetneg sebagai institusi yang memberikan dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan negara. Materi lain yang diberikan yaitu mengenai upaya Kemensetneg menuju Smart Governance Institution. “Beberapa  inovasi yang telah dibuat Kemensetneg, antara lain meliputi aspek Akuntabilitas, Debirokratisasi, Digitalisasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia” ujelas Masrokhan dengan diikuti penjelasan lebih rinci.

Diskusi ini dilanjutkan oleh  narasumber kedua, Faisal Fahmi selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik mengenai Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Kemensetneg. Terdapat dua jenis informasi yang dijelaskan. Pertama, informasi yang wajib disediakan secara berkala, serta merta, dan setiap saat. Kedua, informasi yang dikecualikan untuk melindungi gangguan dari kepentingan dan persaingan tidak sehat.

Para mahasiswa tampak cukup antusias pada sesi tanya jawab pada bagian akhir acara ini. Foto bersama, dan saling bertukar kenang-kenangan dengan Kemensetneg juga dilakukan dalam suasana yang ceria khas para mahasiswa. (WDY-Humas Kemensetneg) (Rev; Irfan7oy)

Leave a Comment