Jakarta – STIAMINEWS – Atas undangan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait kegiatan “Relawan Pajak”,  Institut Stiami memgirimkan 70 mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus cabang, program vokasi, maupun kampus pusat. Program yang mengusung tema ‘Masyarakat Sadar Pajak’ ini terdiri dari serangkaian acara yang diakhiri dengan magang mahasiswa di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) selama 6 minggu yang direncanakan pada minggu ketiga bulan Februari 2018.

“Ya, awalnya mahasiswa – mahasiswa itu akan diberi pembekalan soal pajak yang telah dilaksanakan di kampus masing – masing, hari ini mereka mendapatkan penjelasan tentang etika kerja ataupun hal – hal teknis lainnya”, ujar Tri Lawanti selaku tim humas kantor pusat DJP.

Dan sebagaimana yang telah diagendakan sebelumnya, pada hari Rabu, 31 Januari 2018 para peserta juga dihadapkan dengan tes untuk menguji pemahaman mereka tentang pajak. Hasil tes tersebut kemudian akan dijadikan acuan penempatan mereka di KPP nantinya. Selanjutnya di KPP nanti mereka akan dibagi kedalam kelompok – kelompok yang akan dibimbing langsung oleh supervisor di KPP tersebut untuk memberikan pelayanan seputar pajak kepada masyarakat.

“Jadi nanti mereka akan dapat pengalaman kerja, terus dapat sertifikat juga yang pastinya berguna untuk mereka kedepannya.” Ujar Tri Lawanti menjelaskan tujuan Program Relawan. Pajak ini, Selain pengalaman berharga, sistem tim yang diusung dalam program ini juga berpotensi meningkatkan soft skill leadership maupun team work. Dan tentu saja, kemampuan mereka dalam hal komunukasi dan tanggung jawab pun akan meningkat.

DJP sendiri tentunya akan sangat terbantu dengan program semacam ini,  terutma untuk bulan maret yang diramalkan akan ada antrian panjang dari masyarakat untuk menyelesaikan persoalan pajak. Dengan melibatkan mahasiswa, program ini sebenarnya sudah mulai memupuk masyarakat Indonesia untuk sadar pajak. Tak perlu waktu lama untuk menunggu mahasiswa – mahasiswa ini masuk usia produktif. Di usia tersebut, besar kemungkinan mereka akan menjadi wajib pajak. Selain itu,  kecenderungan mahasiswa untuk bercerita tentang kegiatan kampusnya kepada orang tua juga dianggap sebagai nilai plus dari program ini.  ”Orang tuanya juga bisa mendapatkan penjelasan yang nyaman. Kalau kita yang langsung menjelaskan kan bakal susah ya? Sebab pajak itu sudah seperti momok untuk masyarakat “,  Terang Tri Lawanti. (Alv9)

Leave a Comment